PESLIB di Ulul Abshor

Rabu, 26 Juni 2013, sepanjang perjalanan pulang dari Peslib (Lihat videonya di (
Peslib jelang ramadhan 1434 Ulul Abshor )
Faiz banyak cerita pengalaman di pesantren selama Senin-Rabu (24-26/6)
Tambah kenalan tambah kawan
tidur tanpa kasur (mestinya bawa kasur sendiri, seperti yang lain)
ada yang nglindur, ada yang ngompol,
makan yang terlalu sedikit (buat ukuran Faiz)
bacaan imam yang panjang-panjang…
shubuhan sambil nanhan ngantuk…
kuliah shubuh sambil theklak thekluk….

…dan yang paling berkesan:
Anak-anak Ulul Abshor nakal-nakal, tapi hapal an naba’, hapal ath thoriq
Aneh, kata Faiz. Wong nakal kok hapal an naba…!
Makanya, Faiz yang nggak nakal mestinya lebih bisa hapal
An naba’ … wan naba’…..

Semoga jadi motivator untuk lebih semangat ngaji yo, nang!

Di Peslib Mas Charis jadi Panitia
jadi nggak bisa full mantau adik…
Alhamdulillah, malah bisa melatih kemandirian adik…

Mau bersambung ke Pesram?

Iklan

Mula: (16 Juni 2013;

Satu lagi!
Tiba-tiba: Sekitar 08.00
Ahad pagi
kemarin (16/6)
mereka datang di depan rumah
tanpa permisi
tanpa uluk salam
entah siapa
“Nanti minta tolong listrik sama air….!”

Lalu
sehari penuh mereka “membangun”
tanpa kata, tanpa sapa, di depan mata
jadilah sebuah rumah tinggal

Satu cuma
harapan kami:
Kebaikan dan keberkahan semoga ada dalam setiap apa pun yang Allah takdirkan kepada kami.

Ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang

Secuil kejadian istimewa yang biasanya cuma kami dengar dan lihat dalam berita dan cerita, pada Mei 2013, kami telah alami dan rasakan sendiri. Alhamdulillah, semoga Allah makin memahamkan kami akan makna SABAR dan SYUKUR serta mampu menjadikan keduanya sebagai kompas dan kayuh biduk “celoteh rumahku” dalam mengarungi dinamika samudera kehidupan. Masih ada karang, masih ada gelombang. Dalam harapan kami, karang akan menjadi hiasan indah taman samudera. Gelombang akan menjadi ayunan motivasi penyemangat dalam menikmati “perjalanan panjang yang sangat pendek”.

Dicopas dari http://www.dakwatuna.com/2012/12/21/25679/ada-kasih-sayang-allah-di-balik-ujian-yang-datang/#axzz2WF0QPcw4

Setiap insan yang ada di muka bumi ini memiliki episode kehidupannya masing masing, dan tentu di setiap episode kehidupan yang berjalan tidak dapat di pungkiri bahwa di dalamnya selalu ada ujian yang datang. Ujian ini bisa jadi berupa teguran dan juga bentuk kasih sayang dari Allah SWT, tergantung bagaimana kita menyikapinya dengan hati yang bersihkah atau dengan hati yang keruh dengan noda hitam. Maka Hanya insan yang berhati bersihlah yang mampu mengambil saripati hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan kepadanya, bahwa sesulit apapun ujian yang datang pada dirinya akan diyakini bahwa itu sebagai bentuk kasih sayang Allah kepadanya agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari episode episode sebelumnya. Sementara bagi seorang insan yang berhati keruh akan menganggap setiap ujian yang hadir merupakan bencana yang tak ada ujung penyelesaian masalahnya, sehingga muncul rasa cemas, gelisah, dan kepanikan yang tidak menenangkan lahir dan batin.

Ada rahasia dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa di setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ’Azza wa jalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi).

Sudah seharusnya kita menjadikan ujian yang datang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Memiliki semua jawaban atas setiap permasalahan hidup kita. Ujian yang datang membuktikan bahwa diri kita ini begitu lemah, sehingga kita membutuhkan pertolongan Allah SWT. Ujian yang datang bukan karena Allah benci kepada kita, tapi sungguh karena Allah sayang kepada kita.

Simaklah Firman Allah SWT yang begitu indah ini,

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. (QS. Alam Nasyrah/94:1-8)

Melalui Ayat ini Allah SWT ingin mengingatkan kepada kita akan janjiNya bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan harus kita yakini bahwa Allah memiliki banyak pintu kemudahan agar kita bisa melewati setiap ujian yang datang, maka sudah seharusnya kita mengikutsertakan selalu hati yang bersih dan keyakinan yang menghujam di dalam dada kita akan dekatnya pertolongan Allah mana kala kita pun dekat denganNya. Jangan pernah ragu akan janji datangnya pertolongan Allah, Allah lah yang punya kuasa membalikkan keadaan, Allah lah yang memiliki kuasa menjadikan kita tersenyum bahagia selepas kita menangis, dan Allah lah yang memiliki kuasa atas setiap jawaban di setiap ujian yang kita hadapi, Jangankan Menenangkan ombak yang ganas, menenangkan air mata kita yang larut di pipi dan mengubahnya menjadi senyuman yang manis pun Allah sudah pasti sanggup. Maka untuk apa kita ragu, yakinlah ada kasih sayang Allah di balik ujian yang datang dan mulai saat ini, ketika ada ujian yang datang haruslah kita Hadapi, Hayati dan Nikmati. Karena sungguh bisa jadi ujian yang Allah berikan kepada kita adalah sebuah undangan khusus dari Allah agar kita bisa kembali dekat denganNya.

Wallahualam Bissawab.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/21/25679/ada-kasih-sayang-allah-di-balik-ujian-yang-datang/#ixzz2WF1DiQ2k
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Draft Teks Pidato Kelas 9 (Buat Desri Sinaga)

Assalamu’laykum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillahi robbil ‘alamin, Wash sholatu was salamu ‘ala asyrofil anbiya-i wal mursalin,
Wa ‘ala a-lihi washohbihi ajmain. ‘Amma ba’d

Yang kami hormati Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang,
Yang kami hormati Pengawas Pendidikan Agama Kota semarang,
Yang kami hormati Kepala Kelurahan Mlatiharjo
Yang kami hormati Segenap Kepala SD/MI di Mlatiharjo dan sekitarnya,
Yang kami hormati Ketua Komite Madrasah beserta pengurus
Yang kami hormati Kepala MTs Negeri 02 Semarang
Yang kami hormati Ibu dan Bapak Guru,
Yang kami hormati Ibu dan Bapak Orang Tua Siswa Kelas 9,
Serta kawan-kawanku kelas 9 dan adik-adik kelas yang kami sayangi,

Alhamdulillah, puji dan rasa syukur kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama di tempat yang membahagiakan ini.

Hadirin yang berbahagia,,
Perkenankan kami berdiri di hadapan Ibu dan bapak sekalian untuk sedikit menyampaikan ungkapan hati nama atas nama seluruh siswa kelas 9.

Pertama, kami sangat bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena kami telah bisa mengikuti ujian nasional yang merupakan puncak kegiatan belajar kami di MTs Negeri 02. Bahkan, alhamdulillah, baru saja kami diwisuda sebagai pertanda bahwa telah tuntas belajar kami di madrasah tercinta ini. Tinggallah kini kami menunggu dengan harap-harap cemas akan hasil ujian tersebut. Untuk itu, tiada segan-segan kami mohon doa seluruh hadirin demi kelulusan kami.

Selanjutnya, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu dan Bapak Guru yang telah dengan sabar mengajari dan membimbing kami. Mengajari dan membimbing kami dalam pelajaran sekolah maupun dalam akhlak dan ibadah. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan berlipat ganda kepada Ibu dan Bapak Guru tercinta.

Ibu dan Bapak Guru yang mulia,
Barangkali ada di antara kami yang belum bisa menyadari besarnya jasa Ibu dan bapak Guru. Betapa sering kami menyakiti atau mengecewakan hati Ibu dan Bapak Guru melalui tingkah laku dan perkataan kami. Semua itu disebabkan oleh ketidaktahuan dan kurangnya ilmu kami. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kepergian kami tidak meninggalkan luka sakit hati dan kekecewaan bagi siapa pun di madrasah yang penuh kenangan ini.

Hadirin yang mulia,
Khusus untuk adik-adik kelas yang tersayang, kami berpesan belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh. Dengarkan dan ikuti nasihat Ibu dan Bapak Guru. Dan lebih dari itu, taatlah selalu kepada Allah. Jagalah shalatmu. Jagalah akhlakmu. Semoga Allah memudahkan jalan bagimu untuk memahami ilmu dan menggapai cita-citamu.

Untuk kawan-kawanku kelas 9,
Janganlah kita sia-siakan bekal yang telah kita peroleh dari MTs Negeri 02 ini. Jadikanlah nasihat guru-guru kita sebagai bekal untuk melangkah ke masa depan. Jaga nama baik kita dengan menjaga nama baik madrasah. Semoga Allah melimpahkan kebaikan dan keberkahan dalam perjalanan hidup kita. Amin.

Hadirin yang mulia,

Kiranya hanya demikian itu yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan ini. Mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan. Terima kasih.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat Mas Faiz, Syafakallah,

Bismilahirrahamnirrahim
Admin kali ini bukan admin biasa, 😀
Kalo biasanya yang nulis ini sudah ada yang punya, kali ini yang nulis masih single (Kode: Siapa cepat dia dapat, hehe)

To the Point….. (dst)
Today, Alhamdulillah, Si Faiz Achmad Alauddin yang paling ganteng, paling baik, paling kecil, paling rewel, dan paling-paling yang lain (hoahahaha) sudah memasuki masa-masa sunat, begini kronologinya:
1. Pukul 00.00 lebih 1 detik, kami masih tidur :hehe
2. Pukul 08.00 WIB (kurang lebih) sudah di Pak Rozak, Nunggu dipanggil soalnya masih ada pasien lain.
– Memasuki ruangan langsung terasa AC-nya (yo mesti)
– Sekeluarga masuk termasuk sang Admin
– Pak Rozak ngomong-ngomong dulu, lalu Faiz naik ke kasur. Sebelum dimulai berdoa dulu, Bismillahirrahmanirrahim,

_____ PART 1 ______ Maghrib-Isya, Guested House (???), Dilanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini (kode: tidak telaten nulis banyak) 🙂