Tidur Hanya 4 Jam ( Juara I LKTI Jateng)

Suara Merdeka, 03 Oktober 2012 (klik: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2012/10/03/200793 )

CITA-cita dan impian tak akan terwujud jika tidak disertai upaya dan doa. Memanajemen serta disiplin waktu  menjadi kunci kesuksesan yang dipegang tiga serangkai Ariaseta Setia Alam (18), Yama Dharma (15), dan Charis Achmad (15), hingga meraih juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Jawa Tengah yang diadakan Balitbang di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, belum lama ini.

Ya, mereka adalah siswa SMA 3 Semarang yang tergabung dalam Ganesha Bussines Club (GBC). Melalui pengalamannya di ekstrakurikuler dan bercita-cita menjadi wirausahawan, mereka kemudian menuangkan dalam karya tulis yang dilombakan. Pada karya tulis berjudul ”Upaya Meningkatkan Jiwa dan Keterampilan Wirausaha pada Pelajar untuk Mengatasi Pengangguran Melalui Usaha Pelajar: Studi Kasus di GBC SMA 3 Semarang” itu, mereka berusaha menjelaskan praktik berwirausaha di sekolah.

Kepemimpinan

”Pendidikan kewirausahaan yang dilatihkan kepada siswa yang bergabung di GBC meliputi kepemimpinan, public speaking, dan manajemen waktu. Adapun lainnya, masih ada praktik jual beli dan membentuk usaha serta menciptakan produk baru yang bisa dipasarkan sebagai bagian pengembangan kreativitas,” kata Ariaseta, siswa kelas XII IPA 1 itu.

Aktif dalam kegiatan GBC dengan fokus berlatih berwirausaha dan tetap mengikuti pelajaran di sekolah, memang tidak mudah. Karena itu, manajemen dan disiplin waktu juga menjadi prinsip yang harus dipegang para entrepreneur muda.
”Sempat ada yang mengatakan kami (anak-anak GBC-Red) aneh, karena ketika mempresentasikan karya tulis, kami mengungkapkan hanya sempat tidur empat jam dalam sehari,” ungkap Aria yang disepakati Yama dan Charis yang tergabung dalam GBC itu.

Waktu tidur yang hanya empat jam, kata Yama, sudah cukup sebab selebihnya dia melakukan hal lain, seperti belajar untuk sekolah dan merancang proyek wirausaha.
Ketertarikannya fokus di bidang wirausaha, karena dirinya tidak mau menjadi pengangguran terdidik yang menunggu pekerjaan seusai lulus kuliah nanti.

Sama halnya dengan Yama, Aria juga melakukan hal itu. Selain belajar, kesibukan lainnya adalah membuat website manajemen perusahaan di toko komputer dan toko alat musik online yang dirintisnya bersama teman lainnya.
Sementara Charis, bergabung di GBC karena bercita-cita menjadi ahli pertanian dan hendak mengembangkan bidang agrobisnis. (Anggun Puspita-37)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s