Ngegame sambil Belajar Jawa (Lomba IT Project)

Suara Merdeka, 07 Januari 2014 (Klik: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/01/07/248597 )

Zaman sekarang ini emang serbacanggih. Buat belajar aja nggak melulu duduk manis di dalam kelas. Sekarang dengan memainkan gamekamu pun bisa belajar dan mengetahui suatu hal baru.

Seperti aplikasi gameyang dibuat ketiga kawanmu dari SMA3 Semarang beberapa waktu lalu. Yap, pada akhir 2013, Charis Achmad T(16), Dzaky Zakiyal F (16), Barick Muhammad D (16) mengikuti kompetisi Pekan Informasi dan Teknologi Festival 2013 di UNS Solo dan membawa pulang piala juara pertama dalam kategori lomba IT Project. Mereka menciptakan aplikasi gameuntuk ponsel pintar dan android yakni Game Edukasi Budaya Jawa Jabang Tetuka.

Nggak sematamata berfungsi menghibur seperti laiknya gamepada umumnya, gameyang mereka buat itu bisa jadi salah satu medium yang bisa digunakan untuk mengenalkan salah satu budaya Jawa yaitu cerita pewayangan. Yap, gameyang mereka buat mengisahkan tentang perjalanan Gatotkaca untuk menjadi sakti dengan memiliki beberapa jurus dan pusaka.

”Dalam gameini ada percakapan antara Gatotkaca dengan beberapa tokoh yang ditemuinya yang intinya mengenalkan budaya Jawa sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral,” ungkap Charis, cowok yang memang bertugas menyusun isi cerita dalam game tersebut.

Melestarikan Budaya

Gametersebut membuktikan tindakan nyata mereka untuk nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa. Selain mengenalkan kisah tokoh wayang sakti mandraguna, dalam gameyang bisa dibilang satu-satunya yang mengangkat cerita pewayangan sesuai alur cerita runut itu juga diselipkan pengenalan huruf-huruf Jawa hanacaraka.

”Nah, untuk bisa menyelesaikan gameini dengan baik, pengguna pun dituntut mengenal huruf Jawa. Jadi, harapannya dari gameini pengguna bakal tertantang mempelajari hurufhuruf Jawa untuk bisa memecahkan teka-teki dalam gametersebut,” jelas Barick, perancang desain game Edukasi Budaya Jawa Jabang Tetuka.

Tak puas dan berhenti disitu aja, mereka bertiga akan terus menyempurnakan game yang menurut mereka masih banyak kekurangannya itu.

”Setelah gametersebut sempurna, kami tertantang untuk membuat aplikasi gamelain, entah mengekplorasi di bidang pendidikan, budaya ataupun religi. Yang pasti membuat gameyang bisa mengedukasi,” tandas Dzaky, siswa kelas XI yang bertugas mengatur kode (coding) pemprograman dalam aplikasi game buatan mereka. (62)

Ike Purwaningsih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s